| Kuatkan Jaringan, Tazkia Jelajah Asia Tenggara |
| Oleh: Humas STEI Tazkia | |
| 23 Pebruari 2010 | |
|
Perkembangan Ekonomi Islam yang demikian pesat tidak hanya terjadi di Indonesia. Bahkan di tingkat global, Ekonomi Islam mulai menjadi pilihan utama. Hal ini semakin dibuktikan ketika krisis keuangan global menghantam, sistem Ekonomi Islam tidak bergeming, justru semakin menunjukkan pertumbuhan yang signifikan.
Hal ini menuntut pengembangan keilmuan Ekonomi Islam serta sinergi dari berbagai pihak untuk mempercepat proses aplikasi dalam transaksi ekonomi. Untuk itulah STEI Tazkia yang selama ini concern mencetak Sumber Daya Insani Ekonomi Islam mengadakan Educational Trip ke beberapa Negara di Asia Tenggara yang turut mengembangakan ekonomi Islam. Educational trip kali ini dimulai dari Jakarta ke Singapore, pada tanggal 5 Februari 2010 yang bertepatan dengan 20 Safar 1431H. Di negara yang berambisi menjadi pusat keuangan isam ini rombongan mengunjungi Islamic Bank of Asia di Singapore. Dari diskusi yang didapat, perbankan Islam di sana lebih focus ke sector korporat dimana sector retail masih memerlukan lebih banyak riset. Pada 7 Februari rombongan sudah berada di Malaysia untuk melanjutkan kunjungan. Banyak tempat yang dikunjungi mengingat waktu yang dijadwalkan untuk trip di Malaysia cukup panjang. Lembaga dan instansi yang dikunjungi antara lain Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), Syarikat Takaful Malaysia, The International Centre for Education in Islamic Finance (INCEIF), International Shariah Research Academy for Islamic Finance (ISRA), Bank Negara Malaysia, Lembaga Zakat Selangor, dan Research Management Centre IIUM. Di kampus yang dikenal sebagai “Garden of Knowledge and Virtue” tersebut Ketua STEI Tazkia Syafii Antonio sempat memberikan motivasi kepada mahasiswa asal Indonesia yang tergabung dalam Persatuan Pelajar Indonesia. Masih di Malaysia, kunjungan selanjutnya adalah Security Commissions, Bank Rakyat, serta Insaniah University College di Kedah Darul Aman. Di IUC ditanda-tangani juga kerjasama riset, pengembangan kurikulum, dan pemberian beasiswa untuk alumni STEI Tazkia. Sedangkan di Thailand, rombongan Educational Trip mengunjungi Yala Islamic University. Jarak dari Kedah ke Yala ditempuh dalam masa 3 jam melalui border dua negara dari daerah utara Malaysia. Yala adalah salah satu dari 14 provinsi yang ada di Thailand, terletak di selatan dimana penduduknya mayoritas Muslim, namun mereka tetap minoritas dengan persentase yang hanya 10% darijumlah penduduk Thailand. Semua sarana dan prasarana didukung oleh donor asal Saudi Arabia yang menjadikan kampus ini megah di tengah – tengah daerah yang berkembang tersebut. Dalam kesempatan ini diadakan dialog dengan mahasiswa dan dosen. Pada akhir kunjungan disepakati akan diadakan kerjasama dalam pengembangan kurikulum ekonomi syariah yang masih belum ditawarkan di Yala. Disamping itu, untuk pengkaderan di Yala akan dikirim 2 orang mahasiswa asal Thailand untuk studi di STEI Tazkia pada tahun ini. Kunjungan tersebut selain untuk melihat perkembangan ekonomi islam di Negara-negara lain, juga untuk menjajaki kerjasama dengan beberapa instansi dan lembaga keuangan islam yang ada di negara tersebut. Diharapkan dengan adanya sinergi tingkat global semakin meningkatkan kualitas pendidikan di STEI Tazkia. Sebanyak 14 mahasiswa serta enam dosen pembina mengikuti Educational trip yang berakhir pada tanggal 12 Februari 2010/27 Safar 1431H tersebut, termasuk mantan anggota DPR RI Yusuf Supendi.(Khf) |
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|
| Depan |
| Berita |
| Mengapa Tazkia? |
| Program Studi |
| Kehidupan di Kampus |
| Pendaftaran |
| Lowongan |
| FAQs |
| Hubungi Kami |